Wednesday, December 25, 2013

Cara jadi Pebisnis yang sukses

Warren Buffet, Steve Jobs, Sandiaga Uno, Bapak Ciputra.

Kalau disebutkan nama-nama tersebut, kita semua pasti mengenalnya. Apa yang bisa kita pelajari dari orang-orang sukses tersebut? Ada yang tahu? :).

Banyak diantara kita mengidolakan tokoh bisnis sukses dan tidak jarang mencoba mengikuti jejak suksesnya. Betul tidak? Tentu saja tidak mungkin kita mengulangi jejak langkah mereka karena kehidupan sukses mereka adalah milik mereka. Kita punya kisah kesuksesan sendiri lho, malah bukan tidak mungkin kita bisa lebih sukses daripada tokoh bisnis favorit kita! 

Kalau kita amati, perjuangan tokoh bisnis sukses itu mempunyai pola lho sahabat.

Yang pertama, berani bertindak & melakukan! Warren Buffet, Thomas Alva Edison dan yang lainnya percaya akan kemampuan diri sendiri.

Mereka semua punya impian dan berani mewujudkannya dalam tindakan nyata. Mereka pun selalu berpikir ke depan. Maksudnya adalah tahu apa yang mau dicapai dengan bisnisnya dalam waktu 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dan seterusnya.

Pengusaha sukses juga selalu mencerna kritik pedas dengan seksama. Jika memang benar kinerja masih belum bagus, tingkatkan performa bisnis kita. Yang paling penting adalah, jangan pernah takut dengan kegagalan. Sekalipun kita mengalaminya.

Kegagalan seharusnya dijadikan momen untuk intropeksi diri. Kenapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya di masa depan.
Fokuslah pada apa yg dikerjakan. Itulah yang dilakukan Warren Buffet lho, ia berfokus pada perusahaan yang punya potensi untuk berkembang.
Jangan lupa juga untuk mengembangkan networking, banyak info, insight serta teman baru yang bisa didapat jika networking bukan? :)

Makanya kita disini juga selalu menekankan menjalin  dan menjaga networking yang sudah terjalin ya. Karena networking adalah aset.

Tuesday, December 24, 2013

Presiden Baru Inter Milan - Siapa Sebenarnya Erick Thohir ?

erick-thohir

Erick Thohir yang lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 kini menjadi pebisnis ternama di Indonesia bahkan di kenal di beberapa belahan dunia lainnya seperti di benua Eropa tepatnya di Itali. Lalu siapa sebenarnya Erick Thohir ini yang bisnisnya telah merambah begitu luasnya?
Erick Thohir yang kini menjadi direktur utama TVone dan pernah menjadi direktur utama republika ini adalah pengusaha yang fokus pada media dan pencinta olahraga. Erick Thohir juga memiliki latar belakang keluarga yang sudah sukses di dunia bisnis. Tepatnya hal ini dimulai oleh ayahnya yang bernama Teddy Thohir. Dari ayahnya lah Erick dan kakaknya Garibaldi Thohir mewarisi jiwa bisnis yang kuat.

Siapa Sebenarnya Teddy Thohir, Ayah dari Erick Thohir
Erick Thohir lahir dari ayah yang pekerja keras. Ayahnya lah yang menjadi salah satu orang yang menguatkan sistem Astra Internasional hingga menjadi sangat kuat seperti saat ini. Meski ayahnya termasuk salah satu pengusaha yang disegani di Indonesia, tapi ayahnya tidaklah mewarisi asset langsung dari orang tuanya. Sebelumnya Teddy ikut kepada salah satu pengusaha ternama Indonesia untuk sama-sama membangun bisnis yakni William Soeryadjaya. Pada William lah ayah Erick Thohir ini belajar banyak hal dan bersama-sama membangun bisnis multinasional. Teddy Thohir memiliki teman seperjuangan yang merupakan salah satu dari dua murid William yang telah meraih kesuksesan yang sangat diperhitungkan yakni TP Rachmat yang juga masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi forbes pada tahun 2012.

Masukkah Erick Thohir di daftar orang terkaya di Indonesia versi forbes?

 Banyak bertanya-tanya Erick Thohir masuk urutan ke berapa dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi forbes yang baru keluar november 2013 ini. Namun, sayangnya Erick Thohir hingga saat ini belum masuk daftar orang terkaya versi majalah bisnis bergengsi dunia tersebut.
Kabar baiknya, kakak kandung dari Erick Thohir, yakni Garibaldi Thohir, sudah beberapa tahun terakhir ini masuk daftar orang terkaya versi forbes. Pada tahun 2013 ini, Garibaldi Thohir menempati urutan ke-30 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 960 juta dolar AS atau setara dengan 11,04 triliun rupiah dengan kurs 11,500.

Pengusaha Sukses di Sekitar Erick Thohir

Kakak dari Erick Thohir sendiri, Garibaldi Thohir, adalah pengusaha yang sangat disegani di Indonesia. Pada tahun 2012 Garibaldi memiliki jumlah kekayaan yang telah memasukkannya dalam daftar orang terkaya di indonesia versi forbes. Garibaldi ini memiliki 15% saham di Adaro Energy dan saham besar di perusahaan keluarganya TNT Group.

TNT Group Perusahaan Keluarga Erick Thohir

TNT Group adalah perusahaan yang didirikan oleh Teddy Thohir, ayah Erick Thohir. Perusahaan keluarga Erick ini bergerak di bidang sumber daya alam (SDA), properti, otomotif, media, dan restoran.
Di bidang SDA TNT Group memiliki:
  • Adaro Energy Tbk (ADRO), perusahaan batubara terbesar keempat di dunia
  • PT Surya Eka Perkasa Tbk (ESSA), perusahaan gas milik swasta terbesar kedua di Indonesia
Di bidang properti TNT Group memiliki:
  • Taman Laguna
  • Cibubur Residence Permata Kranggan
  • Taman Arcadia Mediterania
  • Permata Arcadia Cimanggis, dan
  • Hotel Amaris Bogor
Di bidang otomotif TNT Group memiliki:
  • PT Wahanaartha Harsaka
Di bidang media TNT Group memiliki:
  • PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dan
  • PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), memiliki 4,19% melalui Thohir Media Partner
Di bidang restauran TNT Group memiliki:
  • Restoran Hanamasa
  • Pronto Restaurant, dan
  • Yakun Kaya Toast
Tahun 2013 ini, TNT Group mendapat predikat grup bisnis terbesar ke-35 dari 100 grup bisnis terbesar di Indonesia dalam Top 100 Groups versi Globe Asia.

Kiprah Erick Thohir di Dunia Media

Setelah kembali ke Indonesia Erick Thohir bersama temannya mendirikan Mahaka Group yang kemudian membeli Republika pada tahun 2001. Untuk mengelola bisnis media Erick berguru pada Jakob Oetama (Pemilik Kompas) dan Dahlan Iskan (Pemilik Jawa Pos).
Rekam jejak karir Erick Thohir di media
  • Presiden Direktur Mahaka Media 2001-2008
  • Direktur Utama TVone 2007-2010
  • Komisioner Mahaka Media 2010-sekarang
  • Direktur Utama Harian Republika 2010-sekarang
  • Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) periode 2010-2013

Media di bawah naungan Mahaka Media

  • Media Elektronik
    • Radio Jak FM
    • Radio Delta FM
    • Gen FM
    • FeMale Radio
    • Radio Prambors
    • Jak TV
    • Alif TV
  • Media Cetak
    • majalah Golf Digest Indonesia
    • majalah Parents Indonesia
    • surat kabar Harian Republika
Kiprah Erick Thohir di Dunia Olahraga
Beberapa bulan terakhir, nama Erick Thohir santer diberitakan terkait dengan manuvernya yang membeli mayoritas saham dari Club sepakbola kenamaan asal Italia. Dengan menggandeng kerabatnya Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo membeli 70% saham dariInter Milan.
Dengan pembelian Inter Milan ini, berarti Erick Thohir telah memiliki 3 club olahraga dari luar negeri, diantaranya:
  • Philadelphia 76ers, club basket NBA yang dimiliki Erick Thohir bersama rekannya Jason Levien
  • DC United, club sepakbola yang berbasis di Amerika Serikat
  • Inter Milan (Internazionale Milano), club sepakbola asal Italia
Kepemilikan Erick Thohir di klub bola basket dalam negeri:
  • Satria Muda BritAma
  • Indonesia Warriors

Pendidikan dan Agama Erick Thohir

Erick Thohir menyelesaikan studi dengan gelar MBA (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat pada tahun 1993. Sedangkan gelar sarjananya (Bachelor of Arts) diraih di Glenndale University, California.
Dalam hal keyakinan, Erick Thohir memeluk agama Islam. Erick Thohir juga memiliki perhatian dengan media Islam yang terbukti dengan pembelian Republika di masa-masa terpuruknya.

Erick Thohir Resmi jadi Presiden Inter Milan

Pada Jumat 15 November 2013 Erick Thohir resmi menjadi Presiden Inter Milan menggantikan Massimo Moratti yang telah memimpin klub ini selama 18 tahun. Pemilihan ini dilaksanakan melalui rapat luar biasa klub Inter Milan.
Selama dipimpin oleh Massimo Moratti, Inter Milan telah meraih juara liga Italia sebanyak lima kali dan pada tahun 2010 berhasil meraih dua gelar sekaligus di Liga Champion dan Piala Italia. Moratti sendiri mengatakan sangat terkesan dengan Erick Thohir.

Wednesday, December 18, 2013

AQUA - Air Minum Dalam Kemasan yang dulunya diremehkan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOuIz1ixkD3Ly7GnS1JKSE9u19RcvQEYHwRfQHyTf5KBP4Lbfvn80niNy9ryLYf_tu9auutfCtjykMNSsry8tNb2maKM-_uMwygj1lB-8AAwVSgEv467VkpgKa3_c1OqirdMpGAp-bpoQ/s1600/95774__AquaDanone.jpg

Aqua lahir atas ide almarhum Tirto Utomo (1930-1994). Beliau menggagas lahirnya industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui PT Golden Mississippi pada tanggal 23 Februari 1973. 

PT Aqua Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai pertamina di awal tahun 1970-an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengkonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan. 

Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Ia meminta adiknya, Slamet Utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak mengherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol kaca, merek mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air. 

Tirto mendirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Mississippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun. Tirto sempat ragu dengan nama Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46 untuk 1.000 ml. 

Kegiatan fisik perusahaan dimulai pada bulan Agustus 1973, ditandai dengan pembangunan pabrik di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Percobaan produksi dilaksanakan pada bulan Agustus1974 dan produk komersil dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1974 dengan kapasitas produksi 6 juta liter setahun. Produk pertamanya adalah AQUA botol kaca 950 ml yang kemudian disusul dengan kemasan AQUA 5 galon, pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca. 

Tahun 1974 hingga tahun 1978 merupakan masa-masa sulit karena masih rendahnya tingkat permintaan masyarakat terhadap produk AQUA. Dengan berbagai upaya dan kerja keras, AQUA mulai dikenal masyarakat, sehingga penjualan dapat ditingkatkan dan akhirnya titik impas berhasil dicapai pada tahun 1978. 

Saat itu merupakan titik awal perkembangan pesat produk AQUA yang selanjutnya terus berkembang hingga sekarang. 

Semula produk AQUA ditujukan untuk masyarakat golongan menengah atas, baik perkantoran maupun rumah tangga dan restoran. Namun, saat berbagai jenis kemasan baru : 1500ml, 500ml, 220ml, dari kemasan plastik mulai diproduksi sejak 1981, maka produk AQUA dapat terjangkau oleh masyarakat luas, karena mudahnya transportasi dan harga terjangkau. 

Pada tahun 1981, AQUA memutuskan untuk mengganti bahan baku yang semula dari sumur bor ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri (self flowing spring). 

Diterimanya AQUA oleh masyarakat luas dan wilayah penjualan yang telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia, maka Aqua harus segera meningkatkan kapasitas produksinya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat itu, lisensi untuk memproduksi AQUA diberikan kepada PT Tirta Jayamas Unggul di Pandaan, Jawa Timur pada tahun 1984 dan Tirta Dewata Semesta di Mambal, Bali pada tahun 1987. 

Hal yang sama juga diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Pemberian lisensi ini disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang prima. Upaya ekspor dirintis sejak medio 1987 dan terus berjalan baik hingga kini mencakup Singapura, Malaysia, Maldives, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika. Total kapasitas produksi dari seluruh pabrik AQUA pada saat ini adalah 1,665 milyar liter per tahun.