Saturday, August 16, 2014

Pengusaha-pengusaha yang sukses tapi Drop Out pada saat kuliah

Hampir semua orang bisa menempuh pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi adalah sebuah cita-cita yang mungkin sangat diidamkan. Apalagi jika kita bisa masuk ke salah satu Universitas ternama. Namun, tak selamanya kuliah bisa menjadi acuan kita untuk bisa meraih kesuksesan. Nah, disini admin akan mencoba memberitahu siapa-siapa saja kah pengusaha yang sangat sukses meskipun pendidikannya tidak sampai / drop out.

1. Bill Gates
Siapa yang tak mengenal Bill Gates di dunia ini, ya beliau adalah pendiri perusahaan Microsoft. Orang yang identik dengan kacamata ini adalah orang terkaya di muka bumi. Bahkan angka total kekayaannya mencapai 1000 Triliun, bisa anda bayangkan uang sebanyak itu ? :D . Beliau adalah salah satu contoh sukses pengusaha yang meninggalkan bangku kuliahnya di Harvard University untuk menggeluti dunia komputer bersama rekannya yaitu Steve Ballmer dan Paul Allen. Ketiganya adalah negosiator yang handal. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan Bill Gates untuk bernegosiasi dengan perusahaan raksasa komputer IBM yang menawarkan sebuah Operating System buatan Microsoft untuk bersaing dengan Apple milik Steve Jobs, namun pada saat itu sendiri Microsoft tidak punya apa-apa untuk ditawarkan. Sehingga pada suatu hari Paul Allen disuruh untuk membeli Sisten Operasi dari kawannya dengan modal penjualan mobilnya. Sistem Operasi tersebut adalah DOS, Microsoft pun berkembang dan sekali lagi kemampuan Bill Gates bernegosiasi membuahkan hasil yaitu ketika dia menginginkan prototype dari Apple karena Apple berhasil mengembangkan Sistem Operasi dengan User Interface. Nah, mulai saat itu Microsoft dan Apple terlibat persaingan sengit.

2. Steve Jobs
Sama seperti Bill Gates, Steve Jobs juga DO dari kuliahnya karena ingin mengembangkan sebuah perusahaan komputer bernama Apple Inc. Bahkan kisah hidup Steve Jobs sudah difilmkan ke layar lebar. Memulai usaha dengan rekannya Steve Wozniack di sebuah garasi kecil milik orang tua anggkat Steve Jobs, perusahaannya cukup kualahan dalam memenuhi pembuatan motherboard kala itu. Dan pada akhirnya Steve muda meamnggil rekan-rekannya untuk membantunya dalam pembuatan motherboard sehingga pesanan dapat terpenuhi. Kisah sukses Jobs dimulai ketika rekannya Steve Wozniack menciptakan sebuah komputer rumahan pertama dengan menggabungkan keyboard dengan monitor yang pada saat itu adalah langka suatu komputer memiliki monitor. Berkat ide gemilangnya akhirnya Steve Jobs dan rekan-rekannya berhasil membuat komputer pertama yang diberi nama Lisa. Perusahaan Apple Inc. berkembang sangat pesat sehingga dinobatkan sebagai perusahaan paling bernilai pada tahun 2012.

3. Mark Zueckerberg
Pasti anak-anak muda sering sekali mengakses situs jejaring sosial yang satu ini, ya Facebook adalah media sosial yang sangat populer dan paling banyak digunakan di seluruh dunia. Baik untuk kepentingan bisnis, chatting dll. Nah, mungkin sebagian tidak mengetahui siapa pencipta situs ini, dia adalah Mark Zueckerberg. Dia adlah mahasiswa Harvard University yang Drop Out pada saat kuliah. Awalnya situs jejaring sosial ini punya nama The Facebook dan hanya digunakan di kalangan kampus Harvard saja. Namun seiring kepopulerannya terus meningkat akhirnya situs ini mengudara ke berbagai belahan dunia. Dan Mark dinobatkan sebagai Milyuner termuda di dunia.

Contoh 3 pengusaha teknologi sukses diatas dapat kita jadikan contoh, bahwa dengan adanya disiplin dan kerja keras serta kemamuan yang tinggi untuk mencapai sukses, kita bisa melewati rintangan-rintangan yang menghadang kita.

semoga sedikit artikel diatas dapat memberikan semangat dan inspirasi.

Sunday, June 29, 2014

BaBe - The best way to read online media

Ini adalah pengalaman pribadi saya selama menggunakan aplikasi BaBe ( Baca Berita ). Sempat bingung untuk membaca media online karena harus selalu pindah-pindah alamat website karena tidak mungkin alamat website yang ini akan memuat berita-berita alamat website yang itu. Setelah lama mencari-cari aplikasi apa yang bisa memecahkan masalah tersebut, tanpa disengaja saya menemukan aplikasi BaBe di Google Playstore. Kemudian saya baca tentang review aplikasi BaBe tanpa pikir panjang langsung saya install di Android saya. 

Pertama mencoba sungguh mengesankan semua berita ada dalam 1 aplikasi, konsep yang sangat bagus menurut saya, tanpa harus pindah-pindah alamat website semua berita bisa muncul di dalamnya dari berbagai media online terkemuka di Indonesia. Namun yang saya sayangkan biasanya susah untuk konek servernya, sehingga untuk memunculkan berita membutuhkan waktu yang lumayan lama. Setelah berbagai update yang dilakukan tim developer BaBe, akhirnya masalah loading ke server sudah agak cepat.

Saya akan mencoba mereview salah satu fitur yang membantu para penggila bola. Nah, ini adalah musim Piala Dunia jadi saya akan bahas fitur Pesta Bola Samba 2014. Dalam fitur Pesta Bola Samba 2014 banyak sekali pilihan yang bisa dipilih ada Berita Pesta Bola Samba 2014 yang isinya menampilkan semua update berita selama piala dunia Brazil. Berita Negara semua profil negara-negara peserta Piala Dunia lengkap ada di situ, kemudian ada Hasil pertandingan, jadwal dan klasemen yang memungkinkan para pembaca berita tetap update tentang hasil, jadwal dan klasemen yang bearti memudahkan pembaca untuk mengetahui hasil-hasil Piala Dunia 2014. Ada juga fitur Quizz di dalamnya yang menampilkan prediksi pertandingan. Menurut saya fitur Pesta Bola Samba sangat membantu saya dalam update berita Piala Dunia Brazil.

Untuk teman-teman yang ingin suatu aplikasi yang simple dalam membaca berita online tanpa harus susah-susah gonta-ganti alamat website, saya sarankan untuk download aplikasi BaBe ( Baca Berita ) di Google Playstore. Atau yang ingin langsung mencoba aplikasi BaBe ini bisa klik disini.


Tuesday, June 3, 2014

Kisah Inspiratif

Kisah Sukses Pedagang Kaki Lima (PKL)

Mungkin kita bisa terinsfirasi dengan membaca kisah ini, selamat membaca

Adi, Pedagang Kaki Lima yang Jadi Juragan Tas

Sudah banyak cerita pedagang kaki limayang kemudian menjadi pengusaha sukses. Salah satunya adalah Muhammad Adi, pemilik CV Intascus Sport, produsen tas yang cukup besar.

Bisa dibilang, Adi merintis usahanya ini benar-benar dari bawah. Pria tamatan sebuah SMA di Surabaya ini sudah kenyang makan asam garam sebagai pekerja rendahan.

Mulanya, selulus SMA pada 1981, Adi mencoba mengadu nasib merantau ke Sulawesi dengan menjadi buruh di sebuah toko agen barang pecah belah. Adi terpaksa merantau karena harus membantu membiayai sekolah adik-adiknya.

Namun, ia tidak lama bekerja di toko itu. Adi pun kemudian meloncat ke Kalimantan untuk bekerja sebagai buruh kasar di PT Newmont. Namun, lagi-lagi, Adi tak betah dan memutuskan pulang ke Surabaya.

Ternyata pulang ke rumah malah membuatnya gelisah, apalagi kalau melihat adik-adiknya yang membutuhkan bantuannya. Karena itu, pada 1982, Adi nekat ke Jakarta. Di ibu kota negara ini, Adi tinggal di kawasan Senayan berkat kebaikan sesama perantau asal Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Mereka bekerja sebagai pelayan dan buruh," ujar pria kelahiran Surabaya, 12 April 1962 ini.

Untuk menyambung hidup, Adi bekerja serabutan. Pagi hingga siang hari ia menjadi penjual tas keliling dari kantor ke kantor. Malam harinya Adi menjadi juru parkir di Senayan.

Meski penghasilannya kecil, dengan sekuat tenaga Adi berusaha menyisihkan penghasilannya untuk modal berbisnis. "Modal pertama saya hanya Rp 50.000," kenang Adi.

Dengan uang segitu, Adi kulakan tas di Pasar Pagi untuk dijual kembali. Beruntung, dagangannya selalu habis terjual. "Hasil jualan saya putar lagi," kata bapak tiga anak ini.

Sayang, jiwa muda Adi yang masih bergelora membuatnya tergoda untuk berfoya-foya. Namun, setelah menikah pada 1985, Adi mulai berpikir serius menjadi pengusaha tas sendiri. Ketika itu, modalnya pun pas-pasan. "Saya terpaksa menjual perhiasan istri untuk modal awal," kata Adi. Lagi-lagi dengan uang Rp 50.000 Adi memulai usahanya.

Lantaran tak punya mesin jahit, Adi terpaksa meminjam milik temannya. Sedikit keahlian menjahit ia manfaatkan sebaik-baiknya.

Setelah enam bulan berjalan, usahanya mulai menampakkan hasil. Adi pun memberanikan diri menggaji seorang karyawan untuk meningkatkan produksi. Dengan satu karyawan itu, Adi mampu menghasilkan 150 tas per tahun seharga Rp 20.000 per tas. Dari harga segitu, Adi mengambil laba Rp 12.000 per tas. Maklum, modal membuat satu tas hanya Rp 8.000.

Sejak saat itu, setiap enam bulan sekali Adi menambah seorang karyawan. Untuk pemasaran, Adi memanfaatkan jaringan yang telah ia rintis saat masih berdagang tas keliling.

Pada 1987, Adi mulai menjalin kerja sama dengan panitia penyelenggara rapat atau pelatihan di hotel-hotel. "Pada 1987 saya sudah memiliki tenaga pemasaran 18 orang," tutur Adi.

Omzetnya pun telah melonjak hingga Rp 3 juta per hari, jumlah rupiah yang sangat besar kala itu. Sementara itu, total produksi mencapai 600 unit per hari. Laiknya roda kehidupan, posisi Adi tak selalu di atas. "Saya pernah kekurangan modal untuk menyelesaikan pesanan sampai harus menjual kendaraan operasional," tutur Adi.

Masa yang paling suram bagi Adi adalah saat pecah kerusuhan pada Mei 1998. Saat itu, para karyawannya ketakutan dan memilih pulang kampung. Sialnya, barang dagangan juga ikut mereka bawa hingga tak ada yang tersisa. "Saya rugi ratusan juta," kenang dia.

Toh, semangat Adi tidak pernah surut. Berbekal pinjaman bank, Adi mencoba bangkit. Beruntung, pada 1999 bisnis tas kantor kembali naik daun. Adi pun kembali menggenjot produksi dan mampu mencetak omzet Rp 50 juta per bulan.

Sekarang, dalam sebulan paling sedikit Adi memproduksi lebih dari 1.000 tas. "Omzetnya sekitar Rp 100 juta, dengan margin laba 20 persen sampai 40 persen," ungkap Adi. Kini, ia punya klien tetap dari instansi pemerintah, seperti Departemen Perhubungan dan Kepolisian Republik Indonesia.

Selain tas kantor, Adi juga memproduksi jenis tas lain, seperti tas perempuan. "Ini hasil belajar otodidak," ujar dia.

Bagi rezeki

Sudah menjadi kodrat, setiap orang membutuhkan orang lain. Begitu juga dalam bisnis. Karena itu, untuk memenuhi banyaknya pesanan tas, Muhammad Adi tak segan-segan membagi order ke konveksi lain. Adi mengatakan, kadang-kadang jumlah pesanan tas memang tak bisa ia tangani sendiri. Alhasil, daripada order lepas, ia membagi lagi (subkontrak) pesanan kepada konveksi lain. "Hitung-hitung berbagi rezeki dengan orang lainlah," ujar Adi.

Untuk pola kerja sama ini, Adi memilih menggunakan sistem bagi hasil yang ia nilai lebih adil. Artinya, keuntungan yang ia peroleh dari penjualan tas akan ia bagi ke pengusaha lain sesuai dengan porsi yang mereka kerjakan.

Soal pesanan, Adi tak terlalu khawatir. Pasalnya, ia sudah memiliki pelanggan tetap, yaitu Kepolisian Republik Indonesia dan Departemen Perhubungan.

Misalnya, Polri biasanya memesan tas kantor dua kali dalam setahun. Satu kali pesanan sebanyak 8.000 unit dengan tenggat waktu pengerjaan selama empat bulan. "Pesanan rutin ini baru empat tahun belakangan ini," imbuh Adi.

Di luar pesanan Polri, Adi biasanya menerima pesanan tas belanja dari biro perjalanan. "Jumlahnya memang tidak sebanyak pesanan Polri. Rata-rata 500 unit," kata Adi.


Sumber : bisnis.blogspot.com

Wednesday, December 25, 2013

Cara jadi Pebisnis yang sukses

Warren Buffet, Steve Jobs, Sandiaga Uno, Bapak Ciputra.

Kalau disebutkan nama-nama tersebut, kita semua pasti mengenalnya. Apa yang bisa kita pelajari dari orang-orang sukses tersebut? Ada yang tahu? :).

Banyak diantara kita mengidolakan tokoh bisnis sukses dan tidak jarang mencoba mengikuti jejak suksesnya. Betul tidak? Tentu saja tidak mungkin kita mengulangi jejak langkah mereka karena kehidupan sukses mereka adalah milik mereka. Kita punya kisah kesuksesan sendiri lho, malah bukan tidak mungkin kita bisa lebih sukses daripada tokoh bisnis favorit kita! 

Kalau kita amati, perjuangan tokoh bisnis sukses itu mempunyai pola lho sahabat.

Yang pertama, berani bertindak & melakukan! Warren Buffet, Thomas Alva Edison dan yang lainnya percaya akan kemampuan diri sendiri.

Mereka semua punya impian dan berani mewujudkannya dalam tindakan nyata. Mereka pun selalu berpikir ke depan. Maksudnya adalah tahu apa yang mau dicapai dengan bisnisnya dalam waktu 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dan seterusnya.

Pengusaha sukses juga selalu mencerna kritik pedas dengan seksama. Jika memang benar kinerja masih belum bagus, tingkatkan performa bisnis kita. Yang paling penting adalah, jangan pernah takut dengan kegagalan. Sekalipun kita mengalaminya.

Kegagalan seharusnya dijadikan momen untuk intropeksi diri. Kenapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya di masa depan.
Fokuslah pada apa yg dikerjakan. Itulah yang dilakukan Warren Buffet lho, ia berfokus pada perusahaan yang punya potensi untuk berkembang.
Jangan lupa juga untuk mengembangkan networking, banyak info, insight serta teman baru yang bisa didapat jika networking bukan? :)

Makanya kita disini juga selalu menekankan menjalin  dan menjaga networking yang sudah terjalin ya. Karena networking adalah aset.

Tuesday, December 24, 2013

Presiden Baru Inter Milan - Siapa Sebenarnya Erick Thohir ?

erick-thohir

Erick Thohir yang lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 kini menjadi pebisnis ternama di Indonesia bahkan di kenal di beberapa belahan dunia lainnya seperti di benua Eropa tepatnya di Itali. Lalu siapa sebenarnya Erick Thohir ini yang bisnisnya telah merambah begitu luasnya?
Erick Thohir yang kini menjadi direktur utama TVone dan pernah menjadi direktur utama republika ini adalah pengusaha yang fokus pada media dan pencinta olahraga. Erick Thohir juga memiliki latar belakang keluarga yang sudah sukses di dunia bisnis. Tepatnya hal ini dimulai oleh ayahnya yang bernama Teddy Thohir. Dari ayahnya lah Erick dan kakaknya Garibaldi Thohir mewarisi jiwa bisnis yang kuat.

Siapa Sebenarnya Teddy Thohir, Ayah dari Erick Thohir
Erick Thohir lahir dari ayah yang pekerja keras. Ayahnya lah yang menjadi salah satu orang yang menguatkan sistem Astra Internasional hingga menjadi sangat kuat seperti saat ini. Meski ayahnya termasuk salah satu pengusaha yang disegani di Indonesia, tapi ayahnya tidaklah mewarisi asset langsung dari orang tuanya. Sebelumnya Teddy ikut kepada salah satu pengusaha ternama Indonesia untuk sama-sama membangun bisnis yakni William Soeryadjaya. Pada William lah ayah Erick Thohir ini belajar banyak hal dan bersama-sama membangun bisnis multinasional. Teddy Thohir memiliki teman seperjuangan yang merupakan salah satu dari dua murid William yang telah meraih kesuksesan yang sangat diperhitungkan yakni TP Rachmat yang juga masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi forbes pada tahun 2012.

Masukkah Erick Thohir di daftar orang terkaya di Indonesia versi forbes?

 Banyak bertanya-tanya Erick Thohir masuk urutan ke berapa dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi forbes yang baru keluar november 2013 ini. Namun, sayangnya Erick Thohir hingga saat ini belum masuk daftar orang terkaya versi majalah bisnis bergengsi dunia tersebut.
Kabar baiknya, kakak kandung dari Erick Thohir, yakni Garibaldi Thohir, sudah beberapa tahun terakhir ini masuk daftar orang terkaya versi forbes. Pada tahun 2013 ini, Garibaldi Thohir menempati urutan ke-30 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 960 juta dolar AS atau setara dengan 11,04 triliun rupiah dengan kurs 11,500.

Pengusaha Sukses di Sekitar Erick Thohir

Kakak dari Erick Thohir sendiri, Garibaldi Thohir, adalah pengusaha yang sangat disegani di Indonesia. Pada tahun 2012 Garibaldi memiliki jumlah kekayaan yang telah memasukkannya dalam daftar orang terkaya di indonesia versi forbes. Garibaldi ini memiliki 15% saham di Adaro Energy dan saham besar di perusahaan keluarganya TNT Group.

TNT Group Perusahaan Keluarga Erick Thohir

TNT Group adalah perusahaan yang didirikan oleh Teddy Thohir, ayah Erick Thohir. Perusahaan keluarga Erick ini bergerak di bidang sumber daya alam (SDA), properti, otomotif, media, dan restoran.
Di bidang SDA TNT Group memiliki:
  • Adaro Energy Tbk (ADRO), perusahaan batubara terbesar keempat di dunia
  • PT Surya Eka Perkasa Tbk (ESSA), perusahaan gas milik swasta terbesar kedua di Indonesia
Di bidang properti TNT Group memiliki:
  • Taman Laguna
  • Cibubur Residence Permata Kranggan
  • Taman Arcadia Mediterania
  • Permata Arcadia Cimanggis, dan
  • Hotel Amaris Bogor
Di bidang otomotif TNT Group memiliki:
  • PT Wahanaartha Harsaka
Di bidang media TNT Group memiliki:
  • PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dan
  • PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), memiliki 4,19% melalui Thohir Media Partner
Di bidang restauran TNT Group memiliki:
  • Restoran Hanamasa
  • Pronto Restaurant, dan
  • Yakun Kaya Toast
Tahun 2013 ini, TNT Group mendapat predikat grup bisnis terbesar ke-35 dari 100 grup bisnis terbesar di Indonesia dalam Top 100 Groups versi Globe Asia.

Kiprah Erick Thohir di Dunia Media

Setelah kembali ke Indonesia Erick Thohir bersama temannya mendirikan Mahaka Group yang kemudian membeli Republika pada tahun 2001. Untuk mengelola bisnis media Erick berguru pada Jakob Oetama (Pemilik Kompas) dan Dahlan Iskan (Pemilik Jawa Pos).
Rekam jejak karir Erick Thohir di media
  • Presiden Direktur Mahaka Media 2001-2008
  • Direktur Utama TVone 2007-2010
  • Komisioner Mahaka Media 2010-sekarang
  • Direktur Utama Harian Republika 2010-sekarang
  • Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) periode 2010-2013

Media di bawah naungan Mahaka Media

  • Media Elektronik
    • Radio Jak FM
    • Radio Delta FM
    • Gen FM
    • FeMale Radio
    • Radio Prambors
    • Jak TV
    • Alif TV
  • Media Cetak
    • majalah Golf Digest Indonesia
    • majalah Parents Indonesia
    • surat kabar Harian Republika
Kiprah Erick Thohir di Dunia Olahraga
Beberapa bulan terakhir, nama Erick Thohir santer diberitakan terkait dengan manuvernya yang membeli mayoritas saham dari Club sepakbola kenamaan asal Italia. Dengan menggandeng kerabatnya Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo membeli 70% saham dariInter Milan.
Dengan pembelian Inter Milan ini, berarti Erick Thohir telah memiliki 3 club olahraga dari luar negeri, diantaranya:
  • Philadelphia 76ers, club basket NBA yang dimiliki Erick Thohir bersama rekannya Jason Levien
  • DC United, club sepakbola yang berbasis di Amerika Serikat
  • Inter Milan (Internazionale Milano), club sepakbola asal Italia
Kepemilikan Erick Thohir di klub bola basket dalam negeri:
  • Satria Muda BritAma
  • Indonesia Warriors

Pendidikan dan Agama Erick Thohir

Erick Thohir menyelesaikan studi dengan gelar MBA (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat pada tahun 1993. Sedangkan gelar sarjananya (Bachelor of Arts) diraih di Glenndale University, California.
Dalam hal keyakinan, Erick Thohir memeluk agama Islam. Erick Thohir juga memiliki perhatian dengan media Islam yang terbukti dengan pembelian Republika di masa-masa terpuruknya.

Erick Thohir Resmi jadi Presiden Inter Milan

Pada Jumat 15 November 2013 Erick Thohir resmi menjadi Presiden Inter Milan menggantikan Massimo Moratti yang telah memimpin klub ini selama 18 tahun. Pemilihan ini dilaksanakan melalui rapat luar biasa klub Inter Milan.
Selama dipimpin oleh Massimo Moratti, Inter Milan telah meraih juara liga Italia sebanyak lima kali dan pada tahun 2010 berhasil meraih dua gelar sekaligus di Liga Champion dan Piala Italia. Moratti sendiri mengatakan sangat terkesan dengan Erick Thohir.

Wednesday, December 18, 2013

AQUA - Air Minum Dalam Kemasan yang dulunya diremehkan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOuIz1ixkD3Ly7GnS1JKSE9u19RcvQEYHwRfQHyTf5KBP4Lbfvn80niNy9ryLYf_tu9auutfCtjykMNSsry8tNb2maKM-_uMwygj1lB-8AAwVSgEv467VkpgKa3_c1OqirdMpGAp-bpoQ/s1600/95774__AquaDanone.jpg

Aqua lahir atas ide almarhum Tirto Utomo (1930-1994). Beliau menggagas lahirnya industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui PT Golden Mississippi pada tanggal 23 Februari 1973. 

PT Aqua Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai pertamina di awal tahun 1970-an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengkonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan. 

Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Ia meminta adiknya, Slamet Utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak mengherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol kaca, merek mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air. 

Tirto mendirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Mississippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun. Tirto sempat ragu dengan nama Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46 untuk 1.000 ml. 

Kegiatan fisik perusahaan dimulai pada bulan Agustus 1973, ditandai dengan pembangunan pabrik di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Percobaan produksi dilaksanakan pada bulan Agustus1974 dan produk komersil dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1974 dengan kapasitas produksi 6 juta liter setahun. Produk pertamanya adalah AQUA botol kaca 950 ml yang kemudian disusul dengan kemasan AQUA 5 galon, pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca. 

Tahun 1974 hingga tahun 1978 merupakan masa-masa sulit karena masih rendahnya tingkat permintaan masyarakat terhadap produk AQUA. Dengan berbagai upaya dan kerja keras, AQUA mulai dikenal masyarakat, sehingga penjualan dapat ditingkatkan dan akhirnya titik impas berhasil dicapai pada tahun 1978. 

Saat itu merupakan titik awal perkembangan pesat produk AQUA yang selanjutnya terus berkembang hingga sekarang. 

Semula produk AQUA ditujukan untuk masyarakat golongan menengah atas, baik perkantoran maupun rumah tangga dan restoran. Namun, saat berbagai jenis kemasan baru : 1500ml, 500ml, 220ml, dari kemasan plastik mulai diproduksi sejak 1981, maka produk AQUA dapat terjangkau oleh masyarakat luas, karena mudahnya transportasi dan harga terjangkau. 

Pada tahun 1981, AQUA memutuskan untuk mengganti bahan baku yang semula dari sumur bor ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri (self flowing spring). 

Diterimanya AQUA oleh masyarakat luas dan wilayah penjualan yang telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia, maka Aqua harus segera meningkatkan kapasitas produksinya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat itu, lisensi untuk memproduksi AQUA diberikan kepada PT Tirta Jayamas Unggul di Pandaan, Jawa Timur pada tahun 1984 dan Tirta Dewata Semesta di Mambal, Bali pada tahun 1987. 

Hal yang sama juga diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Pemberian lisensi ini disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang prima. Upaya ekspor dirintis sejak medio 1987 dan terus berjalan baik hingga kini mencakup Singapura, Malaysia, Maldives, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika. Total kapasitas produksi dari seluruh pabrik AQUA pada saat ini adalah 1,665 milyar liter per tahun.